' B.Indonesia in Ruhama | SMK Islam Ruhama

Tuesday, February 24, 2015

B.Indonesia in Ruhama

A.      Konjungsi(kata sambung)
Konjungsi atau kata sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat dan sebagainya.
1.       Fungsi
Fungsi Konjungsi menghubungkan
a.          Kata dengan kata.
b.         Frasa dengan frasa.
c.          Klausa dengan klausa.
d.         Kalimat dengan kalimat.
         Contoh : dan, atau, tetapi, ketika seandainya, supaya, walaupun, seperti, oleh karena, sehingga, bahwa.
3.       Jenis-Jenis Konjungsi
a.          Konjungsi koordinatif (setara)
Adalah  menghubungkan 2 atau lebih unsur (termasuk kalimat) yang sama pentingnya dan setara. Kalimat yang di bentuk disebut kalimat majemuk setara.
Contoh : dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
Contoh pemakaian konjungsi koordinatif dalam kalimat, antara lain sebagai berikut :
-          Ia pergi bersama anak dan istri
-          Kakaknya sangat pandai tetapi adik nya bodoh
b.         Konjungsi Subordinatif
Adalah menghubungkan 2 atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi membentuk anak kalimat yang jika kita gabungkan dengan induk kalimat maka akan membentuk kalimat majemuk bertingkat.
-          Konjungsi Subordinatif waktu (sejak).
-          Konjungsi Subordinatif syarat (jika).
-          Konjungsi Subordinatif pengandaian (andalkan).
-          Konjungsi Subordinatif tujuan (agar).
-          Konjungsi Subordinatif konsesif ( biarpun).
-          Konjungsi Subordinatif pembandingan (ibarat).
-          Konjungsi Subordinatif sebab (karena).
-          Konjungsi Subordinatif hasil (sehingga).
-          Konjungsi Subordinatif alat (dengan).
-          Konjungsi Subordinatif cara (tanpa).
-          Konjungsi Subordinatif komplementasi (bahwa).
-          Konjungsi Subordinatif atributif (yang).
-          Konjungsi Subordinatif perbandingan (sama....dengan).
Contoh pemakaian konjungsi subordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
-          Ayah pergi ke kantor ketika sedang hujan.
-          Orang tua nya telah meninggal dunia sehingga ia tidak dapat melanjutkan sekolahnya.
B.       Preposisi (kata depan)
Adalah kata tugas yang befungsi sebagai pembentuk frasa preposisional. Letaknya didepan unsur yang mengikutinya (nomina, verba, adjektif).
a.       Nomina                : Kata benda
b.      Verba                    : Kata kerja
c.       Adjektif                : Kata sifat
Contoh :
a.                   Bagi, untuk, guna, buat, dengan, di, ke, dari, oleh, pada, tentang,sejak.
b.                  Bersama, menjelang, menuju, menurut, sekeliling, sekitar, selama, sepanjang, mengenai,terhadap, bagaikan.
c.                   Daripada, kepada, oleh karena, sampai dengan/ke , selain, dari.

C.      Interjeksi (kata seru)
Adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati manusia (sedih, heran, jijik, dan sebagainya). Berikut ini jenis interjeksi, yaitu  :
a.          Mengacu kepada sikap negatif  => cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan.
b.         Mengacu kepada sikap positif    => aduhai, ambai, asyik, insya allah, syukur.
c.          Mengacu kepada sikap heran     => ai, lo, astagfirullah, masyaallah.
d.         Mengacu kepada nada netral atau campuran => ayo, hai, halo, wahai, nah, aduh, ya.

D.      Artikel
Adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina . ada 3 kelompok artikel, yaitu :
a.          Artikel yang mengatakan jumlah tunggal               => song, sri, hang, dang
b.         Artikel yang mengacu ke makna kelompok          => para
c.          Artikel yang mengacu ke makna personal             => si

E.       Partikel
Adalah kata tugas yang berupa kritikan karena selalu diletakan pada kata yang mendahuluinya. Partikel ada 4 , yaitu ; -kah, -lah, pun, dan –tah.Contoh
-          Surat-surat kendaraan itu ada si saya (salah)
Surat-surat kendaraan itu ada pada saya (benar)
-          Rudi tidak datang dikarenakan sakit (salah)

Rudi tidak datang karena sakit (benar) 

0 comments:

Post a Comment