No
|
Kata Umum
|
Kata Khusus
|
1
|
Benda
|
Benda Mati
|
Benda Hidup
|
||
2
|
Benda Mati
|
kaca, air, plastik dan oksigen
|
3
|
Benda Hidup
|
Hewan
|
Tumbuhan
|
||
4
|
Tumbuhan
|
Berbunga
|
tak Berbunga
|
||
5
|
Tumbuhan Berbunga
|
Mawar, jagung, tanaman buah
|
6
|
Tumbuhan tak Berbunga
|
jamur, lumut, pakis
|
7
|
Hewan
|
Vetebrata
|
Invetebrata
|
||
8
|
Vetebrata (Bertulang Belakang)
|
manusia, burung, kucing, dll
|
9
|
Invetebrata (tak Bertulang
Belakang)
|
ubur", Kupu", Laba"
, dll
|
10
|
5 kelompok Vetebrata
|
Mamalia, Burung, Reptil, Ikan,
Amfibia
|
11
|
Hewan Mamalia
|
paus, lumba", kera, dll
|
12
|
Hewan Burung
|
burung dara, merpati, perkutut
|
13
|
Hewan Amfibia
|
katak, buaya, dll
|
14
|
Hewan Reptil
|
komodo,biawak, iguana, dll
|
15
|
Hewan Ikan
|
ikan hiu, mujair, emas, dll
|
Thursday, February 26, 2015
Kata Umum dan Kata Khusus
Tuesday, February 24, 2015
Membedakan Proses dan Hasil
Membedakan
Proses dan Hasil
Akhiran “an” yang
termasuk akhiran yang produktif pemakaiannya dalam bahasa indonesia.
Makna atau arti
akhiran “an” :
1.
Menyatakan tempat
Contoh ; pangkalan, tumpuan, pegangan
2.
Menyatakan alat atau perkakas
Contoh ; timbangan, ayunan, pikulan
3.
Menyatakan cara atau hal
Contoh ; didikan, balasan
4.
Menyatakan akibat atau hasil
Contoh ; buatan, hukuman, karangan
5.
Menyatakan suatu di atau yang
telah, seperti tersebut dalam kata dasar
Contoh ; larangan, makanan, catatan
6.
Menyatakan himpunan atau seluruh
Contoh ; lautan, sayuran, daratan
7.
Menyatakan tiruan atau menyerupai
Contoh ; anak-anak, orang-orangan, mobil-mobilan
8.
Menyatakan tiap-tiap
Contoh ; harian, bulanan, tahunan
9.
Menyatakan sesuatu yang mempunyai
sifat, sebagai yang disebut pada kata dasar
Contoh ; kuningan, manisan, asinan
10.
Menyatakan instensitas baik
mengenai kualitas maupun mengenai kualitas
Contoh ; kuantitas :
sayur-sayuran, pohon-pohonan
:
besaran, tinggian
Memperoses Kaidah Bahasa
(singkatan dan akronim)
Singkatan ialah
bentuk yang di pendekan yang terdiri atas satu huruf atau lebih
a.
Singkatan nama orang, nama gelar,
sapaan, jabatan, atau pangkat diikutin dengan tanda titik (.) . Contoh ; W.R. Supratman: W.R singkatan dari wage
ruddf
R,A,Kartini : R.A singkatan dari
Raden Ajeng
Singkatan gelar
akademik penulisannya berbeda dengan singkatan nama orang , misalkan : Profesor
Docktor Arista Sarjana Hukum disingkat menjadi Prof.Dr. Arista.S,H,
Penjelasan
peraturan :
1.)
Nama yang di singkat dengan huruf
kapital harus diberi tanda titik (.) di belakang nya.
Contoh : Arista Puspa Mega
... menjadi ... Arista P.M.
2.)
Nama yang di singkat dengan huruf
kapital dan huruf kecil diberi tanda titik (.) dibelakang huruf kecil.
Contoh : Suman Hasibuan ...
menjadi ... Suman Hs.
3.)
Penulisan nama dan singkatan gelar
kesarjanaan diberi tanda titik (.).
Contoh : Profesor doktor
Rizaldi Umar ... menjadi ...Dr. Rizaldi Umar
4.)
Penulisan nama dan singkatan gelar
kesarjanaan yang terletak di belakang nama, di pisah oleh tanda koma (,).
Contoh : Shinta Puspitasari
Master of Bussines Admin ... menjadi ... Shinta Puspita, M.B.A
5.)
Penulisan kata doktor dengan
dokter
Kata dokter untuk penulisan
yang terletak pada awal kalimat sebaiknya tidak disingkat . contoh : Dokter
Pujiat sedang memeriksa pasien .
6.)
Penulisan dengan kata sapaan
setelah disingkat di akhir tanda titik (.) .
Contoh : Bapak... menjadi...
Bpk.
b.
Singkatan nama resmi lembaga
pemerintahan dan ketatanegara badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi
yang terdiri atas huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik .
Misalnya : DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
c.
Singkatan kata umum yang terdiri
atau 3 huruf atau lebih diikuti satu tanda titik .
Misalnya : dll. : dan
lain-lain
a.n : atas
nama
B.Indonesia in Ruhama
A. Konjungsi(kata sambung)
Konjungsi atau kata
sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau
kalimat-kalimat dan sebagainya.
1.
Fungsi
Fungsi Konjungsi
menghubungkan
a.
Kata dengan kata.
b.
Frasa dengan frasa.
c.
Klausa dengan klausa.
d.
Kalimat dengan kalimat.
Contoh : dan, atau, tetapi, ketika
seandainya, supaya, walaupun, seperti, oleh karena, sehingga, bahwa.
3.
Jenis-Jenis Konjungsi
a.
Konjungsi koordinatif (setara)
Adalah menghubungkan
2 atau lebih unsur (termasuk kalimat) yang sama pentingnya dan setara. Kalimat
yang di bentuk disebut kalimat majemuk setara.
Contoh : dan, serta, atau, tetapi,
melainkan, padahal, sedangkan.
Contoh pemakaian konjungsi koordinatif
dalam kalimat, antara lain sebagai berikut :
-
Ia pergi bersama anak dan istri
-
Kakaknya sangat pandai tetapi adik nya bodoh
b.
Konjungsi Subordinatif
Adalah menghubungkan 2 atau lebih klausa yang tidak
memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi membentuk anak kalimat yang jika
kita gabungkan dengan induk kalimat maka akan membentuk kalimat majemuk
bertingkat.
-
Konjungsi Subordinatif waktu
(sejak).
-
Konjungsi Subordinatif syarat
(jika).
-
Konjungsi Subordinatif pengandaian
(andalkan).
-
Konjungsi Subordinatif tujuan
(agar).
-
Konjungsi Subordinatif konsesif (
biarpun).
-
Konjungsi Subordinatif pembandingan
(ibarat).
-
Konjungsi Subordinatif sebab
(karena).
-
Konjungsi Subordinatif hasil
(sehingga).
-
Konjungsi Subordinatif alat
(dengan).
-
Konjungsi Subordinatif cara
(tanpa).
-
Konjungsi Subordinatif
komplementasi (bahwa).
-
Konjungsi Subordinatif atributif
(yang).
-
Konjungsi Subordinatif
perbandingan (sama....dengan).
Contoh pemakaian
konjungsi subordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
-
Ayah pergi ke kantor ketika sedang hujan.
-
Orang tua nya telah meninggal
dunia sehingga ia tidak dapat
melanjutkan sekolahnya.
B.
Preposisi (kata depan)
Adalah kata tugas yang befungsi sebagai
pembentuk frasa preposisional. Letaknya didepan unsur yang mengikutinya
(nomina, verba, adjektif).
a.
Nomina : Kata benda
b.
Verba : Kata kerja
c.
Adjektif : Kata sifat
Contoh :
a.
Bagi, untuk, guna, buat, dengan,
di, ke, dari, oleh, pada, tentang,sejak.
b.
Bersama, menjelang, menuju,
menurut, sekeliling, sekitar, selama, sepanjang, mengenai,terhadap, bagaikan.
c.
Daripada, kepada, oleh karena,
sampai dengan/ke , selain, dari.
C.
Interjeksi (kata seru)
Adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa
hati manusia (sedih, heran, jijik, dan sebagainya). Berikut ini jenis
interjeksi, yaitu :
a.
Mengacu kepada sikap negatif => cih, cis, bah, ih, idih, brengsek,
sialan.
b.
Mengacu kepada sikap positif => aduhai, ambai, asyik, insya allah,
syukur.
c.
Mengacu kepada sikap heran => ai, lo, astagfirullah, masyaallah.
d.
Mengacu kepada nada netral atau
campuran => ayo, hai, halo, wahai, nah, aduh, ya.
D.
Artikel
Adalah kata tugas
yang membatasi makna jumlah nomina . ada 3 kelompok artikel, yaitu :
a.
Artikel yang mengatakan jumlah
tunggal => song, sri,
hang, dang
b.
Artikel yang mengacu ke makna
kelompok => para
c.
Artikel yang mengacu ke makna
personal => si
E.
Partikel
Adalah kata tugas
yang berupa kritikan karena selalu diletakan pada kata yang mendahuluinya.
Partikel ada 4 , yaitu ; -kah, -lah, pun, dan –tah.Contoh
-
Surat-surat kendaraan itu ada si
saya (salah)
Surat-surat kendaraan itu ada pada saya (benar)
-
Rudi tidak datang dikarenakan
sakit (salah)
Subscribe to:
Posts (Atom)