' 2015-02-22 | SMK Islam Ruhama

Thursday, February 26, 2015

Kata Umum dan Kata Khusus

No
Kata Umum
Kata Khusus
1
Benda
Benda Mati


Benda Hidup
2
Benda Mati
kaca, air, plastik dan oksigen
3
Benda Hidup
Hewan


Tumbuhan
4
Tumbuhan
Berbunga


tak Berbunga
5
Tumbuhan Berbunga
Mawar, jagung, tanaman buah
6
Tumbuhan tak Berbunga
jamur, lumut, pakis
7
Hewan
Vetebrata


Invetebrata
8
Vetebrata (Bertulang Belakang)
manusia, burung, kucing, dll
9
Invetebrata (tak Bertulang Belakang)
ubur", Kupu", Laba" , dll
10
5 kelompok Vetebrata
Mamalia, Burung, Reptil, Ikan, Amfibia
11
Hewan Mamalia
paus, lumba", kera, dll
12
Hewan Burung
burung dara, merpati, perkutut
13
Hewan Amfibia
katak, buaya, dll
14
Hewan Reptil
komodo,biawak, iguana, dll
15
Hewan Ikan
ikan hiu, mujair, emas, dll

Tuesday, February 24, 2015

Membedakan Proses dan Hasil

Membedakan Proses dan Hasil

Akhiran “an” yang termasuk akhiran yang produktif pemakaiannya dalam bahasa indonesia.
Makna atau arti akhiran “an” :
1.         Menyatakan tempat
Contoh ; pangkalan, tumpuan, pegangan
2.          Menyatakan alat atau perkakas
Contoh ; timbangan, ayunan, pikulan
3.          Menyatakan cara atau hal
Contoh ; didikan, balasan
4.          Menyatakan akibat atau hasil
Contoh ; buatan, hukuman, karangan
5.          Menyatakan suatu di atau yang telah, seperti tersebut dalam kata dasar
Contoh ; larangan, makanan, catatan
6.          Menyatakan himpunan atau seluruh
Contoh ; lautan, sayuran, daratan
7.          Menyatakan tiruan atau menyerupai
Contoh ; anak-anak, orang-orangan, mobil-mobilan
8.          Menyatakan tiap-tiap
Contoh ; harian, bulanan, tahunan
9.          Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat, sebagai yang disebut pada kata dasar
Contoh ; kuningan, manisan, asinan
10.      Menyatakan instensitas baik mengenai kualitas maupun mengenai kualitas
Contoh ; kuantitas           : sayur-sayuran, pohon-pohonan
                                                : besaran, tinggian

Memperoses Kaidah Bahasa (singkatan dan akronim)
Singkatan ialah bentuk yang di pendekan yang terdiri atas satu huruf atau lebih
a.         Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikutin dengan tanda titik (.) . Contoh ; W.R. Supratman: W.R singkatan dari wage ruddf
R,A,Kartini           : R.A singkatan dari Raden Ajeng
Singkatan gelar akademik penulisannya berbeda dengan singkatan nama orang , misalkan : Profesor Docktor Arista Sarjana Hukum disingkat menjadi Prof.Dr. Arista.S,H,
Penjelasan peraturan :
1.)    Nama yang di singkat dengan huruf kapital harus diberi tanda titik (.) di belakang nya.
Contoh : Arista Puspa Mega ... menjadi ... Arista P.M.
2.)    Nama yang di singkat dengan huruf kapital dan huruf kecil diberi tanda titik (.) dibelakang huruf kecil.
Contoh : Suman Hasibuan ... menjadi ... Suman Hs.
3.)    Penulisan nama dan singkatan gelar kesarjanaan diberi tanda titik (.).
Contoh : Profesor doktor Rizaldi Umar ... menjadi ...Dr. Rizaldi Umar
4.)    Penulisan nama dan singkatan gelar kesarjanaan yang terletak di belakang nama, di pisah oleh tanda koma (,).
Contoh : Shinta Puspitasari Master of Bussines Admin ... menjadi ... Shinta Puspita, M.B.A
5.)    Penulisan kata doktor dengan dokter
Kata dokter untuk penulisan yang terletak pada awal kalimat sebaiknya tidak disingkat . contoh : Dokter Pujiat sedang memeriksa pasien .
6.)    Penulisan dengan kata sapaan setelah disingkat di akhir tanda titik (.) .
Contoh : Bapak... menjadi... Bpk.
b.        Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegara badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik .
Misalnya : DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
c.         Singkatan kata umum yang terdiri atau 3 huruf atau lebih diikuti satu tanda titik .
Misalnya : dll. : dan lain-lain

                       a.n : atas nama 

B.Indonesia in Ruhama

A.      Konjungsi(kata sambung)
Konjungsi atau kata sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat dan sebagainya.
1.       Fungsi
Fungsi Konjungsi menghubungkan
a.          Kata dengan kata.
b.         Frasa dengan frasa.
c.          Klausa dengan klausa.
d.         Kalimat dengan kalimat.
         Contoh : dan, atau, tetapi, ketika seandainya, supaya, walaupun, seperti, oleh karena, sehingga, bahwa.
3.       Jenis-Jenis Konjungsi
a.          Konjungsi koordinatif (setara)
Adalah  menghubungkan 2 atau lebih unsur (termasuk kalimat) yang sama pentingnya dan setara. Kalimat yang di bentuk disebut kalimat majemuk setara.
Contoh : dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
Contoh pemakaian konjungsi koordinatif dalam kalimat, antara lain sebagai berikut :
-          Ia pergi bersama anak dan istri
-          Kakaknya sangat pandai tetapi adik nya bodoh
b.         Konjungsi Subordinatif
Adalah menghubungkan 2 atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi membentuk anak kalimat yang jika kita gabungkan dengan induk kalimat maka akan membentuk kalimat majemuk bertingkat.
-          Konjungsi Subordinatif waktu (sejak).
-          Konjungsi Subordinatif syarat (jika).
-          Konjungsi Subordinatif pengandaian (andalkan).
-          Konjungsi Subordinatif tujuan (agar).
-          Konjungsi Subordinatif konsesif ( biarpun).
-          Konjungsi Subordinatif pembandingan (ibarat).
-          Konjungsi Subordinatif sebab (karena).
-          Konjungsi Subordinatif hasil (sehingga).
-          Konjungsi Subordinatif alat (dengan).
-          Konjungsi Subordinatif cara (tanpa).
-          Konjungsi Subordinatif komplementasi (bahwa).
-          Konjungsi Subordinatif atributif (yang).
-          Konjungsi Subordinatif perbandingan (sama....dengan).
Contoh pemakaian konjungsi subordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
-          Ayah pergi ke kantor ketika sedang hujan.
-          Orang tua nya telah meninggal dunia sehingga ia tidak dapat melanjutkan sekolahnya.
B.       Preposisi (kata depan)
Adalah kata tugas yang befungsi sebagai pembentuk frasa preposisional. Letaknya didepan unsur yang mengikutinya (nomina, verba, adjektif).
a.       Nomina                : Kata benda
b.      Verba                    : Kata kerja
c.       Adjektif                : Kata sifat
Contoh :
a.                   Bagi, untuk, guna, buat, dengan, di, ke, dari, oleh, pada, tentang,sejak.
b.                  Bersama, menjelang, menuju, menurut, sekeliling, sekitar, selama, sepanjang, mengenai,terhadap, bagaikan.
c.                   Daripada, kepada, oleh karena, sampai dengan/ke , selain, dari.

C.      Interjeksi (kata seru)
Adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati manusia (sedih, heran, jijik, dan sebagainya). Berikut ini jenis interjeksi, yaitu  :
a.          Mengacu kepada sikap negatif  => cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan.
b.         Mengacu kepada sikap positif    => aduhai, ambai, asyik, insya allah, syukur.
c.          Mengacu kepada sikap heran     => ai, lo, astagfirullah, masyaallah.
d.         Mengacu kepada nada netral atau campuran => ayo, hai, halo, wahai, nah, aduh, ya.

D.      Artikel
Adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina . ada 3 kelompok artikel, yaitu :
a.          Artikel yang mengatakan jumlah tunggal               => song, sri, hang, dang
b.         Artikel yang mengacu ke makna kelompok          => para
c.          Artikel yang mengacu ke makna personal             => si

E.       Partikel
Adalah kata tugas yang berupa kritikan karena selalu diletakan pada kata yang mendahuluinya. Partikel ada 4 , yaitu ; -kah, -lah, pun, dan –tah.Contoh
-          Surat-surat kendaraan itu ada si saya (salah)
Surat-surat kendaraan itu ada pada saya (benar)
-          Rudi tidak datang dikarenakan sakit (salah)

Rudi tidak datang karena sakit (benar)